Persyaratan mutu air laundry industrial dan laundry hotel sangat penting untuk memastikan hasil cucian yang optimal, efisiensi operasional, dan umur panjang linen serta peralatan. Meskipun keduanya membutuhkan air berkualitas baik, hotel mungkin memiliki sedikit penekanan lebih pada estetika dan kelembutan linen, sementara industrial sangat fokus pada efisiensi dan pencegahan kerusakan peralatan.
- Kesadahan Air (Hardness)
- Definisi: Jumlah kandungan mineral terlarut, terutama kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam air. Kesadahan di ukur dalam ppm (parts per million) atau mg/L (miligram per liter) CaCO3 (kalsium karbonat).
- Dampak Negatif Jika Tinggi:
- Pemborosan Deterjen: Mineral dalam air sadah bereaksi dengan deterjen, membentuk scum (busa sabun yang tidak larut) yang mengurangi efektivitas deterjen. Ini berarti lebih banyak deterjen yang di butuhkan.
- Noda pada Linen: Scum dapat menempel pada serat kain, menyebabkan linen menjadi kusam, kasar, atau menguning/mengabu seiring waktu. Ini sangat merugikan bagi hotel yang mengutamakan linen putih bersih.
- Kerak pada Peralatan: Endapan mineral dapat membentuk kerak pada elemen pemanas mesin cuci, pipa, dan boiler, mengurangi efisiensi pemanasan, menyumbat pipa, dan memperpendek umur peralatan.
- Perawatan Linen Sulit: Membuat linen lebih sulit di bilas dan terasa kaku
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: Sangat rendah, mendekati 0 – 50 ppm (air lunak/soft water) untuk hasil terbaik.
- Dapat Di terima: Hingga 90-120 ppm, meskipun ini masih di anggap “sedikit sadah” dan mungkin memerlukan penggunaan deterjen khusus atau pelembut air.
- Kadar Besi (Iron – Fe)
- Definisi: Konsentrasi zat besi terlarut dalam air.
- Dampak Negatif Jika Tinggi:
- Noda Karat/Kekuningan: Menyebabkan noda kekuningan atau kecoklatan (karat) pada linen putih, terutama saat kontak dengan pemutih.
- Perubahan Warna: Dapat menyebabkan perubahan warna atau pemudaran pada linen berwarna.
- Merusak Peralatan: Dapat menyebabkan korosi pada pipa dan mesin.
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: Sangat rendah, < 0.1 ppm (atau tidak terdeteksi).
- pH Air
- Definisi: Tingkat keasaman atau kebasaan air. Skala pH 0-14, dengan 7 sebagai netral.
- Dampak Negatif Jika Tidak Sesuai:
- Efektivitas Deterjen: Sebagian besar deterjen laundry bekerja paling optimal pada rentang pH tertentu. pH yang terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa) dapat mengurangi efektivitas deterjen.
- Kerusakan Kain: Air yang terlalu asam atau terlalu basa dapat merusak serat kain dan menyebabkan pemudaran warna.
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: 6.5 – 7.5 (netral hingga sedikit basa). Ini adalah rentang optimal untuk sebagian besar proses pencucian
- Kekeruhan (Turbidity) dan Total Suspended Solids (TSS)
- Definisi: Kekeruhan adalah tingkat kekeruhan air yang di sebabkan oleh partikel-partikel tersuspensi (tanah, lumpur, alga, dll.). TSS adalah ukuran berat partikel-partikel tersebut.
- Dampak Negatif Jika Tinggi:
- Noda dan Residu: Partikel-partikel ini dapat menempel pada linen, meninggalkan noda atau residu, membuat linen terlihat kotor meskipun sudah di cuci.
- Penyumbatan: Dapat menyumbat filter air dan komponen mesin.
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: Air harus jernih dan tidak berwarna, dengan TSS sangat rendah (mendekati 0).
- Total Dissolved Solids (TDS)
- Definisi: Jumlah total padatan terlarut (mineral, garam, logam, dll.) dalam air.
- Dampak Negatif Jika Tinggi:
- Meskipun tidak seberpengaruh kesadahan dan besi, TDS tinggi dapat memengaruhi kinerja deterjen dan meninggalkan residu.
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: Rendah, biasanya < 500 ppm.
- Klorin Bebas (Free Chlorine)
- Definisi: Residu klorin yang di tambahkan untuk desinfeksi air PDAM.
- Dampak Negatif Jika Tinggi:
- Pemudaran Warna: Klorin dapat menyebabkan pemudaran warna pada linen berwarna.
- Kerusakan Serat: Dalam konsentrasi tinggi, dapat merusak serat kain, terutama serat alami.
- Persyaratan Mutu:
- Idealnya: Sangat rendah, < 0.1 ppm atau dihilangkan sepenuhnya melalui filter karbon aktif.
