CORROSION INHIBITTOR (Penghambat Korosi)

Corrosion Inhibittor, Kimia Industri

Corrosion Inhibittor (Penghambat Korosi) adalah anti corrosive. Banyak yang masih beranggapan bahwa corrosion inhibittor sama dengan penghambat karat. Antara keduanya memiliki proses yang berbeda, Karat (rust) adalah bagian dari korosi. Lihat perbedaan karat dan korosi. Menurut Wikipedia, definisi corrosion inhibittor adalah menambahkan senyawa kimia tertentu dalam cairan atau gas, yang dapat menurunkan laju korosi suatu bahan, biasanya pada logam atau paduan, yang bersentuhan dengan cairan.

Corrosion Inhibittor (Penghambat Korosi) berfungsi untuk menciptakan penghalang antara permukaan logam dan lingkungan korosif, baik dengan adsorpsi atau dengan membentuk film. Sifat inhibitor korosif tergantung pada bahan yang dilindungi (yang paling sering adalah benda logam), dan agen korosif yang akan dinetralkan. Agen korosif umumnya adalah oksigen, hidrogen, sulfida, dan karbon dioksida. Oksigen dapat dihilangkan oleh inhibitor reduktif seperti amina dan hidrazin:

Daftar Isi:

  1. Corrosion Inhibittor berdasarkan cara kerjanya
  2. Corrosion Inhibittor berdasarkan golongan senyawanya
  3. Contoh Corrosion Inhibittor dan Karakteristiknya

1. Corrosion Inhibittor (Penghambat Korosi) berdasarkan cara kerjanya

  1. Inhibitor anodik, bertindak dengan membentuk film oksida pelindung pada permukaan logam dan mencegah korosi lebih lanjut. Contoh inhibitor anodik adalah kromat, nitrit, dan molibdat.
  2. Inhibitor katodik, memperlambat reaksi katodik, yaitu mereduksi ion oksigen atau hidrogen pada permukaan logam, sehingga membatasi difusi ke permukaan logam dan mengurangi laju korosi. Contoh inhibitor katodik adalah garam seng, kalsium, dan magnesium.
  3. Inhibitor campuran, adalah senyawa pembentuk film yang mengurangi reaksi katodik dan anodik. Senyawa ini dapat bertindak dengan menyerap pada permukaan logam atau dengan membentuk lapisan penghalang yang menghalangi akses agen korosif ke logam. Contoh inhibitor campuran adalah senyawa organik seperti amina, tiourea, dan benzotriazol.
  4. Inhibitor korosi volatil (VCI), adalah zat yang menguap dan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam saat terkena air. Senyawa ini sering digunakan untuk melindungi logam pada ruang tertutup seperti pipa, tangki, dan wadah. Contoh VCI adalah nitrit, karboksilat, dan amida.

2. Corrosion Inhibittor (Penghambat Korosi) berdasarkan golongan senyawanya

Berdasarkan golongan senyawanya, ada 2 (dua) jenis corrosion inhibittor, yaitu:

  1. Anorganik, merupakan inhibitor yang mengandung senyawa logam seperti nitrat, fosfat, kromat, dan molibdat. Senyawa ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam, yang mencegah pembentukan sel korosi. Sayangnya beberapa inhibitor senyawa ini beracun dan berbahaya bagi lingkungan, seperti kromat dan molibdat. Beberapa negara membatasi bahkan melarang menggunakan jenis senyawa ini.
  2. Organik, Inhibitor ini mengandung molekul organik yang memiliki gugus polar, seperti amina, amida, tiol, imidazol, piridin, dan benzimidazol. Senyawa ini bekerja dengan menyerap pada permukaan logam melalui interaksi fisik atau kimia, selanjutnya memblokir pemicu terjadinya reaksi korosi. Inhibitor dari golongan organik umumnya lebih ramah lingkungan dan dapat terurai secara hayati dari pada yang anorganik. Tetapi efisiensi dan stabilitas yang lebih rendah pada beberapa media korosif.

3. Contoh Corrosion Inhibittor dan Karekteristiknya

Imidazolin

Adalah senyawa dari golongan organik yang memiliki lima cincin heterosiklik dengan dua atom nitrogen. Imidazolin merupakan penghambat korosi untuk logam pada berbagai lingkungan, seperti minyak dan gas, kimia, pengolahan air, dan larutan asam.

Kemampuannya untuk mencegah korosi dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam. Merupakan surfaktan kationik, memiliki muatan positif dan dapat berinteraksi dengan permukaan logam bermuatan negatif. Juga memiliki ekor hidrofobik yang panjang, dapat menghalangi air pada permukaan logam. Termasuk sebagai inhibitor korosi yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan rendah toksisitas.

Ada banyak jenis imidazolin dan turunannya yang memiliki struktur dan sifat berbeda. Beberapa contohnya adalah:

  • Hexyl imidazole: merupakan imidazoline sederhana dengan gugus heksil yang melekat pada cincin atom. Aplikasinya sebagai penghambat korosi untuk baja karbon pada media yang mengandung karbon dioksida.
  • Triphenyl hexyl imidazole: adalah imidazolin dengan tiga gugus fenil dan gugus heksil yang melekat pada cincin. Aplikasinya sebagai penghambat korosi untuk baja karbon di media asam.
  • Kloroetil imidazolin: adalah imidazolin dengan gugus kloroetil yang melekat pada cincin. Aplikasinya sebagai penghambat korosi untuk tembaga di air laut.
  • Benzimidazole: adalah turunan imidazolin dengan cincin benzena yang menyatu dengan cincin imidazolin. Aplikasinya sebagai penghambat korosi untuk baja di media asam.

Amida

Adalah golongan senyawa organik yang memiliki gugus fungsi yang terdiri dari atom karbon yang berikatan rangkap dengan atom oksigen dan berikatan tunggal dengan atom nitrogen. Senyawa ini berasal dari asam karboksilat dengan mengganti gugus hidroksil dengan amina atau amonia. Aplikasinya sebagai penghambat korosi untuk berbagai logam, seperti baja, tembaga, kuningan, dan perunggu, pada lingkungan yang berbeda, seperti minyak dan gas, kimia, pengolahan air, dan larutan asam.

Amida dapat mengurangi atau mencegah korosi logam dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam, yang menghalangi akses agen korosif ke logam. Inhibittor ini dianggap sebagai penghambat korosi yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan rendah toksisitas.

Jenis amida dan turunan amida yang memiliki struktur dan sifat yang berbeda. Beberapa contohnya adalah:

  • Fatty Amides: Amida berasal dari asam lemak, yang merupakan asam karboksilat rantai panjang. Memiliki ekor hidrofobik yang panjang dan membantu menciptakan penghalang anti air pada permukaan logam. Fatty Amida juga memiliki kepala kutub, yang dapat berinteraksi dengan permukaan logam melalui ikatan hidrogen atau tarikan elektrostatik. Beberapa contoh fatty amida adalah amida asam oleat, amida asam stearat, dan amida asam laurat.
  • Amine Inhibittor: adalah amida yang berasal dari amina, yang merupakan senyawa organik yang memiliki satu atau lebih atom nitrogen. Memiliki muatan positif dan dapat berinteraksi dengan permukaan logam bermuatan negatif dan memiliki gugus hidrofilik, yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air dan mencegah penetrasi ke permukaan logam. Beberapa contoh inhibitor amina adalah hexadecylamine, octadecylamine, dan benzylamine.
  • Amidine Inhibittor: merupakan amida yang berasal dari amidina, yang merupakan senyawa organik memiliki atom karbon yang berikatan ganda dengan dua atom nitrogen. Amidin memiliki pH yang tinggi dan dapat bereaksi dengan zat korosif asam seperti ion hidrogen dan karbon dioksida. Senyawa ini memiliki gugus hidrofobik, yang dapat membentuk lapisan anti air pada permukaan logam. Beberapa contoh inhibitor amidine adalah hexyl amidine, triphenyl hexyl amidine, dan chloroethyl amidine.

Posfat

Fosfat adalah jenis senyawa anorganik yang mengandung atom fosfor dan oksigen, merupakan senyawa penghambat korosi, mencegah atau mengurangi korosi permukaan logam yang bersentuhan dengan media korosif. Fosfat dapat bertindak sebagai inhibitor katodik, anodik, atau campuran, tergantung pada jenis logam dan kondisi lingkungan.

Beberapa contoh fosfat yang digunakan sebagai inhibitor korosi adalah:

  1. Aluminium tripolifosfat (ATP): Bentuknya bubuk putih bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam dengan bereaksi dengan ion logam. ATP efektif melawan korosi pada ion klorida, yang umum terjadi pada air laut dan beton, juga sebagai pigmen dalam cat anti korosi.
  2. Disodium hydrogen phosphate (DHP): adalah garam yang membentuk kompleks dengan ion besi dan menghambat anodik besi. DHP efektif melawan korosi yang disebabkan oleh karbon dioksida, yang biasa terjadi pada jaringan pipa minyak dan gas. DHP juga sebagai aditif dalam pengolahan air dan bahan kimia ladang minyak.
  3. Sodium pyrophosphate (SPP): adalah garam yang membentuk kompleks dengan ion kalsium dan menghambat pengendapan kalsium karbonat, yang dapat menyebabkan kerak dan korosi pada permukaan logam. SPP efektif melawan korosi pada water hardness tinggi, yang biasa terjadi pada boiler dan sistem pendingin. SPP juga sebagai agen pengkhelat dan pembuat deterjen.
  4. Zinc Phosfat: adalah garam yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam dengan bereaksi dengan ion logam. Zinc Fosfat efektif melawan korosi yang disebabkan oleh oksigen, yang biasa terjadi pada kondisi atmosfer. Zinc phosfat juga sebagai pigmen pada cat anti korosi

Inhibittor Corrosion dari Gugus Posfat

Gugus fosfat banyak digunakan sebagai penghambat korosi, karena umumnya gugus posfat bertindak sebagai inhibitor katodik, anodik atau campuran dan tergantung juga pada jenis logam dan kondisi lingkungan. Beberapa gugus posfat sebagai corrosion inhibittor adalah:

  1. Orthoposfat, sebagai corrosion inhibittor senyawa ini bekerja dengan cara membuat lapisan pelindung pada permukaan logam. Ini adalah gugus posfat yang sederhana dengan rumus molekul PO43-, orthoposfat dapat bereaksi dengan timbal dan tembaga membentuk senyawa menjadi ikatan yang sangat kuat dalam bentuk padat, sehingga tidak larut dalam air.
  2. Poliposfat, Memiliki lebih dari satu ikatan posfat yang dihubungkan dengan ikatan fosfoanhidrida. Senyawa poliposfat ini akan membentuk ikatan komplek dengan ion logam selanjutnya membentuk lapisan film untuk melindungi permukaan logam.
  3. Posfonat, adalah gugus posfat yang memiliki satu atau lebih atom karbon yang terikat pada atom posfor. Dengan ion logam posfonat akan membentuk ikatan kovalen untuk menghambat anodik logam.
  4. Posfat Ester, memiliki satu atau lebih gugus organik yang terikat pada atom oksigen. Sama dengan Posfonat, senyawa posfat ester akan membentuk ikatan kovalen dengan ion logam dan membuat lapisan pelindung pada permukaan logam, untuk menghambat anodik dari logam.

Baca juga :

Corrosion Inhibittor untuk Larutan Asam

Share this